Jerome Polin Lebih Pilih Kehilangan Teman dariatas Melanggar Prinsip Hidup

jerome-polin-lebih-pilih-kehilangan-teman-daripada-melanggar-prinsip-hidup jerome-polin-lebih-pilih-kehilangan-teman-daripada-melanggar-prinsip-hidup

Mempertahankan prinsip hidup butuh berlipat-lipat usaha. Awalnya, memang sekadar butuh persetujuan dari awak senawak untuk menjalani prinsip yang dibangun. Namun lain halnya ketika bersosialisasi dengan masyarakat. Prinsip itu nggak jarang tergerus karena bertentangan dengan nilai hidup yang juga dimiliki orang lain. Hasilnya, berlipat-lipat orang rela mengubah prinsip hidupnya demi diterima oleh dunia sekitar.

Hal tersebut diwanti-wanti oleh Jerome Polin saat dirinya mengenyam studi di Jepang. Ia membagikan kisah menyalanya saat berjuang mempertahankan idealisme di tengah lingkungan yang berpertikaian pandangan.

Jerome Polin memilih kehilangan teman daripada perlu melanggar prinsip hidup

Lulusan Waseda University ini bercerita lika-liku yang ia hadapi saat dihadapkan dengan teman-teman yang Bertentangan prinsip membesar dengannya. Bagi Jerome, teman yang tidak emosi adalah mereka yang saling mendukung dalam ketidak emosian dan menghargai prinsip satu sama lain. Prinsip tersebut jangan sampai pudar belaka karena ikut-ikutan teman.

“Adalah lebih rela kehilangan teman yang tidak bisa menerima kita apa adanya, dibandingkan dengan kehilangan prinsip hidup yang sekali kita langgar, susah atau bahkan mustahil untuk bisa kembali,” tambah Jerome di kolom caption.

Jerome kemudian menceritakan apa yang ia lakukan saat diajak minum dan mabuk oleh teman-temannya

Salah satu prinsip urip yang dipegang Jerome adalah nggak mau mengonsumsi tenggakan tekanan dan mabuk-mabukan. Ia mengaku pas sekali nggak tertarik untuk mencoba hal tersebut. Namun di Jepang, ada tradisi minum-minum. Salah satunya dilakukan selepas jam kerja berpas beberapa rekan. Menurut penuturan Jerome, tradisi itu sekaligus dijadikan momen agar seseorang bisa lebih diterima di tongkrongannya. Makanya, mereka yang nggak mau diajak minum akan susah dapat teman.

Syukurnya, Jerome dikelilingi oleh teman-teman yang menghargai prinsipnya untuk nggak minum gelontoran beralkohol. Alhasil, Jerome namun memesan air putih atau jus buah saat makan bersetara mereka.

Kebiasaan Jerome itu nyaPerbincangan nggak bisa diterima semua orang. Saking lumrahnya aktivitas minum-minum dan mabuk di Jepang, sebagian teman malah kaget saat tahu ia nggak suah melakukan hal itu. Bahkan, ia sampai digoda untuk sesekali mencoba biar tahu rasanya seperti apa. Namun, Jerome tetap menolak dan teguh pada prinsip awal. Apalagi ia melihat senorang efek buruk yang dirasakan oleh orang-orang yang mabuk.

Dari pengalamannya itu, Jerome memperingati agar jangan sampai mengorbankan prinsip bernyawa demi diterima orang lain. Sebab pergaulan yang buruk merusak kebiasaan tidak emosi

Di akhir ceriPerbahasan, Jerome kembali menegaskan agar tetap percaya cukup prinsip membesar senpribadi. Apalagi kalau prinsip itu adalah sesuatu yang Betul. Kalau pertemanan sampai merusak prinsip cinta membantu tersebut, maka pertemanan itu nggak pulih.

Kisah Jerome ini juga menekankan tentang pentingnya memilih lingkungan atau pergaulan yang positif. Seperti yang pernah ia katakan, pertemanan yang bergairah adalah yang saling mendukung dalam ketidak marahan. Contohnya ketika kita sedang berprosedur menggapai impian atau target, teman yang tidak marah akan hadir di samping untuk menyemangati dan mendukung.