8 Alasan Kenapa Lebih Baik Tinggal Terpisah dari Orang Tua Setelah Menikah

8-alasan-logis-kenapa-setelah-menikah-lebih-baik-kamu-hidup-terpisah-dari-orang-tua 8-alasan-logis-kenapa-setelah-menikah-lebih-baik-kamu-hidup-terpisah-dari-orang-tua

Kenapa kalau tinggal sepadan orang tua? Emang uangnya sudah cukup untuk tinggal di rumah sendiri? Kalau masih ngontrak, mending uangnya ditabung dulu beli rumah dan sementara numpang dulu di rumah orang tua nggak apa-apa.

Mau tinggal di rumah senpribadi atau tetap tinggal di rumah orang tua, Hipwee yakin pengantin-pengantin baru di luar sana punya pertimbangan senpribadi-senpribadi. Tapi menurut penelitian dan penerawangan Hipwee, tinggal senpribadi selepas menikah meski cuma mengontrak lebih suka membantu daridi terus menumpang orang tua. Ini dia dasarnya!

1. Dengan tinggal sendiri, kamu dan dia juga bebas mengatur rumah tangga sendiri. Bukannya tak mau dicampuri, tapi terkadang campur tangan orang tua membuat rumah tangga tak nyaman

Alasan pertama yang jelas terasa dampaknya adalah, kalau kamu bisa bebas atur-atur rumahmu senbadan. Kalau di rumah orang tua ‘kan, semuanya sudah diatur dari awal. Mau diubah kan juga mesti minta persetujuan dari Papa, Mama, dan saudara-saudara. Bukannya kamu enggan dicampuri, atau sekadar mendapatkan masenangn, tapi kamu pastinya ingin dong punya sebuah teritori yang bisa kamu atur-atur senbadan?

2. Kalian sudah hebat, sudah menikah, pantas mulai membiasakan diri untuk mandiri. Sudah saatnya berhenti mengandalkan orang tua dan mulai membesar mandiri berdua

Kalau masih halus, masih remaja, atau setidaknya belum menikah, bolehlah kamu masih bergantung kedi orang tua. Tapi saat kamu sudah menikah, sudah saatnya kamu mulai berjiwa mandiri berpas pasanganmu. Kamu yang awalnya nggak pernah masak karena Ibu seterus siap menyediakan mangsa untuk keluarga, harus mulai belajar menyiapkan mangsa untuk keluargamu sendiri. Kamu yang tadinya rada-rada Pah rada-rada Mah, harus mulai mengusahakan semua-semua sendiri. Dan itu bisa dimulai sejak kamu dan dia berjiwa lepas dari orang tua.

Baca konten menarik seputar pernikahan: Curahan Hati Anak yang Orang Tuanya Bercerai: Lega, Nggak Ada Pertengkaran

3. Supaya kalian tahu bagaimana perjuangan orang tuamu dulu, tinggal terpisah adalah caramu merasakan bagaimana menjadi mereka 20-30 tahun yang lalu

Memulai hidup di atas kaki sendiri memang tidak mudah. Apalagi kamu yang selama ini terbiasa hidup mudah di rumah. Saat kamu dan dia mulai mengurus rumah sendiri, deras hal yang kudu kalian pelajari. Kalau istri kudu mulai belajar menyiapkan konsumsi untuk suami, sang suami sececah-sececah juga kudu bisa ilmu pertukangan. Jadi kalau ada apa-apa di rumah bisa langsung ditangani sendiri. Perjuangan hidup berdua yang tidak mudah itu akan melahirkanmu mengerti perjuangan orang tuamu. Kira-kira 20-30 kenaln yang kemudian, mereka merasakan hal yang sepadan, untuk memagungkan kamu.

4. Karena apa-apa mesti ditanggung senpribadi, kamu dan dia juga akan semakin termotivasi untuk kerja lebih ketat lagi

Dulu kamu makan tinggal ambil di dapur. TV dan kulkas sudah ada. Mesin cuci juga ada. Kendaraan orang tua juga bisa dipakai kapan saja. Nah sekarang? TV ada sih, tapi kulkas nggak punya. Mau beli mesin cuci, cicilan motor belum lunas. Belum lagi persiapan biaya pendidikan anak. Banyak tanggungan yang mesti kamu penuhi. Tapi hal ini justru akan memotivasi kamu untuk bekerja lebih giat lagi supaya kebutuhan keluarga terpenuhi. Etos kerja dan semangatmu akan meningkat dengan senbatang tubuhnya.

5. Ketika ada makeliru, kamu dan dia akan berusaha menyelesaikannya senorang. Dan orang tua tak perlu maklum, karena permakeliruan rumah tangga semestinya sahaja soal kamu dan dia

Yang namanya rumah tangga pasti ada masa-masa sulit antara kamu dan dia. Masalah bisa bertandang kapan saja, yang membuat hubungan kalian memanas. Enaknya kalau tinggal terpisah dengan orang tua, mereka nggak perlu melihat ini semua. Selain pasti membuatmu malu, setidak emosinya permasalahan rumah tangga memang hanya dikemaklumi anggota rumah tangga yang bersangkutan. Kalau kamu masih tinggal dengan orang tua, mereka pasti akan maklum kalau kalian sedang ada masalah. Bagaimana tidak maklum? Entah kalian saling menheningkan atau justru bertengkar hebat, mereka akan bisa melihat.

6. Belum lagi kalau kamu juga tinggal dengan adik-adikmu. Bisa-bisa mereka nggak mau nikah kalau sering lihat kamu dan dia ada mamelenceng

Yang terjadi di poin 5 belum seberapa. Saat tinggal bersepadan orang tua, bisa jadi kamu juga tinggal dengan adik-adikmu yang masih belum cukup umur, atau setidaknya belum menikah. Permaalpaan kamu dengan dia, yang mau tak mau dikepahami oleh anggota keluarga yang lain bisa membawa pengaruh buruk di sana. Pertama-tama, suasana tak nyaman pasti terjadi. Kedua, kalau kamu dan dia sering bertengkar, bisa-bisa nanti adikmu jadi enggan menikah karena nggak mau mengalami maalpa yang sepadan.

7. Jika masih tinggal dengan orang tua, ketika terjadi masalah dengan mertua, kamu akan menempatkan pasanganmu dalam posisi yang sulit seolah-olah pantas memilih

Kita ambil contoh, kamu tinggal bersama mertua. Yang namanya urip bersama pasti ada hal-hal yang nggak bisa memuaskan semua orang. Terkadang ada maalpa yang melibatkan kamu atau dia dengan orang tuamu atau saudaramu. Entah kamu yang merasa selalu alpa di mata mertua, atau kealpapahaman yang sering terjadi di antara manusia. Saat hal ini terjadi, kamu akan menempatkan pasanganmu dalam posisi yang sulit. Meski sesungguhnya nggak begitu, tapi kamu melakukannya seolah-olah dia mesti memilih antara kamu atau orang tuanya.

8. Di rumah baru dan dunia baru, kamu kalian bisa mengembangkan diri juga. Jadi selamanya nggak hanya dikenal bagai anaknya Pak X atau Bu Y

“Lho ini siapa?”

“Saya Andy, Pak.”

“Andy? Andy sopo yo?”

“Ng…Andy, anaknya Pak Heru.”

“Wealaaah anaknya Pak Heru tho!”

Saat kamu di rumah, tak bisa dipungkiri bahwa kamu dikenal jadi anak Ayah dan Ibumu. Kalau tanpa embel-embel anaknya Pak X atau Bu Y, orang jarang acuh siapa kamu. Nah, saat kamu menghuni rumah baru dan jagat baru, kamu akan masuk ke masyakarat yang baru. Di sana, mereka nggak mengenal orang tuamu. Mereka mengenalmu jadi badanmu senbadan yang kamu perkenalkan kedi mereka. Dari sini, kamu bisa mengembangkan badanmu karena ruang gerakmu lebih luas.

Bukan sahaja menghindari masalah-masalah yang tidak diinginkan, tinggal terpisah dengan orang tua setelah menikah juga akan meAmpuhkan batang tubuhmu lebih manbatang tubuh dan berkembang. Memang sulit karena kebutuhan rumah tangga sangat deras, dan subsidi dari orang tua tak bisa kamu rasakan lagi. Tapi jangan jadikan itu bak dasar. Ayo menabung lebih giat lagi!